bolsas femininas

Sabtu, 28 April 2012

TELA’AH KURIKULUM PEMBELAJARAN BAHASA ARAB DI MADRASAH TSANAWIYAH (MTs) ASSADAMIYAH BANGSRI KELAS VIII SEMESTER I


TELA’AH KURIKULUM PEMBELAJARAN BAHASA ARAB DI MADRASAH TSANAWIYAH (MTs) ASSADAMIYAH BANGSRI KELAS VIII SEMESTER I


Tugas Akhir
Mata kuliah: Tela’ah Kurikulum.B.A
Dosen pengampu: Dra. Miswari,M.Ag



















Disusun oleh:

EMIL SALIM
073211029









FAKULTAS TARBIYAH
INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI WALISONGO
SEMARANG
2010





TELA’AH KURIKULUM PEMBELAJARAN BAHASA ARAB DI MADRASAH TSANAWIYAH (MTs) ASSADAMIYYAH BANGSRI  KELAS VIII SEMESTER I

I.     PENDAHULUAN
Dalam proses pendidikan, kurikulum merupakan alat untuk mencapai tujuan pendidikan, tanpa kurikulum yang sesuai dan tepat, akan sulit mencapai tujuan dan sasaran pendidikan yang diinginkan, sebagai alat yang penting untuk mencapai tujuan, kurikulum hendaknya adaptif terhadap perubahan zaman dan kemajuan ilmu pengetahuan.
Dan didalam kurikulum terdapat pengaturan mengenai tujuan, kompetensi dasar, materi standar, dan hasil belajar, serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran utuk mencapai kompetensi dasar dan tujuan pendidikan. Standar kompetensi dan kompetensi dasar merupakan arah dan landasan pengembangan materi standar, kegiatan pembelajaran, dan indikator pencapaian kompetensi untuk penilaian.
Depdiknas telah menyiapkan standar kompetensi dan kompetensi dasar berbagai mata pelajaran untuk dijadikan acuan oleh para guru dalam mengembangkan silabus dan rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP). Dalam hal ini tugas utama guru adalah menjabarkan, menganalisis mengembangkan indikator dan menyesuaikan SK-KD dengan karekteristik dan perkembangan peserta didik, situasi dan kondisi sekolah serta dan kondisi dan kebutuhan daerah.
Program pembelajaran bahasa Arab di Indonesia memiliki tujuan agar para siswa berkembang dalam hal:[1]
a.       Kemampuan mendengarkan, berbicara, membaca, dan menulis secara baik;
b.      Berbicara secara sederhana tapi efektif dalam berbagai konteks untuk menyampaikan informasi, pikiran dan perasaan, serta menjalin hubungan sosial dalam bentuk kegiatan yang beragam, interaktif dan menyenangkan;
c.       Menafsirkan isi berbagai bentuk teks tulis pendek sederhana dan merespon dalam bentuk kegiatan yang beragam, interaktif, dan menyenangkan;
d.      Menulis kreatif meskipun pendek sederhana berbagai bentuk teks untuk menyampaikan informasi, mengungkapkan pikiran dan perasaan;
e.       Menghayati dan menghargai karya sastra; dan kemampuan untuk berdiskusi dan menganalisis teks secara kritis.
Untuk mengetahui praktik dan penerapan kurikulum di Madrasah Tsanawiyah (MTs) Assadamiyyah Bangsri  Kelas VIII, maka peneliti akan mencoba meneliti pelaksanaan kurikulum tersebut. Dan peneliti akan mencoba meneliti dengan metode interviu pada guru-guru dan mengumpulkan data yang berupa silabus, rencana pelaksanaan pendidikan (RPP) dan lain-lainnya.
II.     PENILAIAN TERHADAP TUJUAN PENDIDIKAN
Mata pelajaran bahasa Arab berfungsi sebagai alat pengembangan diri siswa dalam bidang komunikasi, ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni budaya. Dengan demikian mereka dapat tumbuh dan berkembang menjadi warga negara yang cerdas, terampil dan berkepribadian Indonesia serta siap mengambil bagian dalam pembangunan nasional.
A.    Hubungan Dengan Tujuan Instruksional Sekolah
Tujuan instruksional (Kompetensi Dasar) adalah tujuan pokok bahasan dan sub pokok bahasan yaitu penguasaan materi pokok bahasan/sub pokok bahasan[2]. Tujuan instruksional dapat dibagi menjadi 2 yaitu tujuan instruksional umum (TIU) yaitu yang menggariskan hasil-hasil dianeka bidang studi yang harus dicapai siswa. Dan tujuan instruksional khusus (TIK) yaitu yang merupakan penjabaran dari TIU yang menyangkut suatu pokok bahasan sebagai tujuan pengajaran yang konkrit dan spesifik.
Pembelajaran bahasa Arab di Madrasah Tsanawiyah (MTs) Assadamiyyah Bangsri  Kelas VIII mengikuti kurikulum KTSP. Sejauh pengamatan dan penelitian saya hubungan tujuan intruksional sekolah dengan tujuan program pembelajaran bahasa Arab di Indonesia cukup relevan. Saya katakana relevan karena tujuan instruksional sekolah sesuai dengan kebutuhan masyarakat dan materi yang disajikan juga sesuai dengan kebutuhan anak yang mana materi langsung bisa dipraktikan dalam kehidupan sehari-hari.
B.     Jelasnya Rumusan Yang Digunakan
Rumusan yang digunakan dalam silabus dan RPP sudah sangat jelas dalam arti sudah sesuai  tapi silabus mengacu pada silabus yang sebelumnya dalam arti tidak  adanya evaluasi yang jelas, kalau tidak adanya evaluasi maka tidak diketahui penurunan dan perkembangannya, dan Format Silabus dan RPP sebenarnya sudah memenuhi standar kurikulum KTSP.
C.     Kesesuaian Dengan Tingkat Perkembangan Siswa
Penelitian yang saya dapatkan mengenai perkembangan siswa melalui data yang berupa buku raport dan latar belakang siswa maka tujuan instruksional sekolah dengan perkembangan siswa sangat sesuai, karena latar belakang siswa  juga beragama islam yang tidak asing terhadap bahasa arab dan nilai bahasa arab dalam raport adalah 7 dan sebelum siswa masuk di Madrasah Assadamiyyah Bangsri  (MTs)  kelas VIII rata-rata lulusan madrasah ibtida’’iyyah (MI) yang sebelumnya juga sudah diajarkan bahasa arab.

III.     PENILAIAN TERHADAP ISI PROGRAM
Standar isi adalah ruang lingkup materi dan tingkat kompetensi untuk mencapai kompetensi lulusan pada jenjang dan jenis pendidikan tertentu, yang dituangkan dalam kriteria tentang kompetensi tamatan, kompetensi bahan kajian, kompetensi mata pelajaran, dan silabus pembelajaran. Standar isi tersebut memuat kerangka dasar dan struktur kurikulum, beban balajar, kurikulum tingkat satuan pendidikan, dan kalender pendidikan/akademik[3].
Menurut pandangan saya isi program yang direncanakan oleh Madrasah Tsanawiyah (MTs) Assadamiyyah Bangsri pada pembelajaran bahasa Arab kelas VIII sudah sangat bagus, karena kita bisa melihat rumusan SK-KD, Materi Pembelajaran, Indikator, Penilaian, Alokasi waktu dan Sumber Belajar sudah dirumuskan dengan jelas dan isinya juga sudah saling berkaitan.

IV.     PENILAIAN TERHADAP STRATEGI PENGAJARAN BAHASA ARAB
A.    Kondisi belajar mengajar  yang diinginkan
Metode pembelajaran yang digunakan dalam menyampaikan materi pembelajaran bahasa Arab di Madrasah Tsanawiyah (MTs) Assadamiyyah Bangsri  kelas metode yang digunakan sesuai dengan materi yang akan dibahas dan lebih cenderung dengan metode pembelajaran aktif dan menyenangkan.
Menurut saya strategi yang digunakan sudah cukup baik karena metode yang diterapkan dalam pembelajaran bahasa Arab disana cukup berhasil dan sesuai dengan apa yang diinginkan. Karena minat belajar bahasa Arab siswa relatif tingi dibanding minat belajar siswa terhadap mata pelajaran agama.
B.     Kemampuan guru dalam memerankan fungsinya sebagai actor
Latar belakang pendidikan guru bahasa Arab di Madrasah Tsanawiyah (MTs) Assadamiyyah Bangsri Kelas VIII adalah pesantren dan lulusan S1 dan Karena strategi pambelajaran yang digunakan adalah pembelajaran aktif maka guru mengoptimalkan agar siswa bereran lebih aktif di kelas dari pada gurunya, aktif dalam bertanya, menjawab pertanyan dan perhatiaanya terhadap bahasa Arab. Kemampuan guru untuk meningkatkan semangat belajar siswa dan meningkatkan ketrampilan berhasa Arab siswa tergolang cukup berahasil, ini bisa kita lihat nilai ujiannya yang mencapai rata-rata kelas 7, tingkat kehadiran siswa yang tinggi, keaktifan siswa dikelas, baik dalam bertanya maupun menjawab pertanyaan dan perhatiannya yang cukup antusius ketika guru menyampaikan materi.
C.     Tehnik penyajian pelajaran oleh guru
Tekhnik penyajian pelajaran sebagai mana tertera di RPP, saya kira itu sudah sangat bagus sekali karena kegiatan pembelajaran bahasa arab begitu hidup karena semua berperan aktif mulai dari siswa dan guru.
D.    Melihat evaluasi yang digunakan
Jenis evaluasi yang digunakan adalah tes, ada tes harian, tes tengah semester dan tes akhir semester bentuknya ada lisan dan tulis (esai dan pilihan ganda).
Evaluasi dilaksanakan oleh guru bahasa Arab ketika pelajaran mau berakhir, guru melempar pertanyaan ke beberapa siswa secara acak untuk menjawabnya. Selain itu ada tes harian dilaksanakan setelah pembahasan materi sampai satu bab. Kemudin tes tengah semester yang berbentuk esai dan pilihan ganda begitu juga tes akhir semester.
Menurut saya pelaksaan evaluasi sudah sangat tepat karena dilaksanakan secara terus menerus sehingga guru mampu mengetahui perkembangan siswa.

V.     KESIMPULAN
Kesimpulan yang dapat saya ambil dari penelitian tersebut adalah :
Ø  Tujuan pembelajaran bahasa Arab di Madrasah Tsanawiyah (MTs) Assadamiyyah Bangsri  sangat sesuai dengan tujuan instruksional.
Ø  Guru bahasa Arab dan kepala sekolah tidak adanya evaluasi karena silabus mengacu pada silabus sebelum maka tidak tahu penurunan dan perkembangannya.
Ø  Pengembangan kurikulum tidak dilakukan secara terus menerus, padahal di Madrasah Tsanawiyah (MTs) Assadamiyyah Bangsri  sudah memakai KTSP jadi guru dan kepala sekolah dituntut aktif untuk mengembangkan kurikulum di sekolah masing-masing.
Ø  Berdasarkan silabus yang saya dapat tujuan pendidikn bahasa Arab di indonesia dan tujuan instruksional disekolah sesui dengan perkembangan siswa, tidak hanya sesuai dengan perkembangan kognitif saja tetapi sesuai dengan latar belakang sosial mereka. Tapi kurang sesuai dengan latar belakang agama mereka, karena dalam tujuannya tidak tersentuh sama sekali tujuan tentang agama.
Ø  Isi program yang di rencakan dan di laksanakan sudah sesuai dengan aturan main yang di atur oleh DEPAG dan MENDIKNAS.
Ø  Kondisi belajar sangat menyenangkan karena menggunakan strategi pembelajaran aktif
Ø  Kemampuan guru saya nilai cukup profesional dalam menyampaikan materi bahasa Arab karena mampu meningkatkan motivasi belajar siswa dan ketrampilan berbahasa.
           



[1] Departemen Pendidikan Nasional Jakarta, Tahun 2003, di unduh pada 5 april 2010

[2] http://fatamorghana.wordpress.com/2009/04/11tujuan-pendidikan/
[3] Prof. Dr. H. E. Mulyasa, M. Pd,opcit: hlm: 21-22


By emil salim with No comments

0 komentar:

Poskan Komentar