TELA’AH KURIKULUM PEMBELAJARAN BAHASA
ARAB DI MADRASAH TSANAWIYAH (MTs) ASSADAMIYAH BANGSRI KELAS VIII SEMESTER I
Tugas Akhir
Mata kuliah: Tela’ah
Kurikulum.B.A
Dosen pengampu: Dra.
Miswari,M.Ag

Disusun oleh:
EMIL SALIM
073211029
FAKULTAS TARBIYAH
INSTITUT AGAMA
ISLAM NEGERI WALISONGO
SEMARANG
2010
TELA’AH KURIKULUM PEMBELAJARAN BAHASA
ARAB DI MADRASAH TSANAWIYAH (MTs) ASSADAMIYYAH BANGSRI KELAS VIII SEMESTER I
I. PENDAHULUAN
Dalam proses pendidikan,
kurikulum merupakan alat untuk mencapai tujuan pendidikan, tanpa kurikulum yang
sesuai dan tepat, akan sulit mencapai tujuan dan sasaran pendidikan yang
diinginkan, sebagai alat yang penting untuk mencapai tujuan, kurikulum hendaknya
adaptif terhadap perubahan zaman dan kemajuan ilmu pengetahuan.
Dan didalam kurikulum terdapat
pengaturan mengenai tujuan, kompetensi dasar, materi standar, dan hasil
belajar, serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan
pembelajaran utuk mencapai kompetensi dasar dan tujuan pendidikan. Standar
kompetensi dan kompetensi dasar merupakan arah dan landasan pengembangan materi
standar, kegiatan pembelajaran, dan indikator pencapaian kompetensi untuk
penilaian.
Depdiknas telah menyiapkan
standar kompetensi dan kompetensi dasar berbagai mata pelajaran untuk dijadikan
acuan oleh para guru dalam mengembangkan silabus dan rencana pelaksanaan
pembelajaran (RPP). Dalam hal ini tugas utama guru adalah menjabarkan,
menganalisis mengembangkan indikator dan menyesuaikan SK-KD dengan
karekteristik dan perkembangan peserta didik, situasi dan kondisi sekolah serta
dan kondisi dan kebutuhan daerah.
Program pembelajaran bahasa Arab di Indonesia memiliki tujuan
agar para siswa berkembang dalam hal:[1]
a.
Kemampuan
mendengarkan, berbicara, membaca, dan menulis secara baik;
b.
Berbicara
secara sederhana tapi efektif dalam berbagai konteks untuk menyampaikan
informasi, pikiran dan perasaan, serta menjalin hubungan sosial dalam bentuk
kegiatan yang beragam, interaktif dan menyenangkan;
c.
Menafsirkan
isi berbagai bentuk teks tulis pendek sederhana dan merespon dalam bentuk
kegiatan yang beragam, interaktif, dan menyenangkan;
d.
Menulis
kreatif meskipun pendek sederhana berbagai bentuk teks untuk menyampaikan
informasi, mengungkapkan pikiran dan perasaan;
e.
Menghayati
dan menghargai karya sastra; dan kemampuan untuk berdiskusi dan menganalisis
teks secara kritis.
Untuk mengetahui praktik dan penerapan
kurikulum di Madrasah
Tsanawiyah (MTs) Assadamiyyah Bangsri Kelas
VIII, maka peneliti akan mencoba meneliti
pelaksanaan kurikulum tersebut. Dan peneliti
akan mencoba meneliti dengan metode interviu pada guru-guru dan mengumpulkan
data yang berupa silabus, rencana pelaksanaan pendidikan (RPP) dan lain-lainnya.
II. PENILAIAN
TERHADAP TUJUAN PENDIDIKAN
Mata
pelajaran bahasa Arab berfungsi sebagai alat pengembangan diri siswa dalam
bidang komunikasi, ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni budaya. Dengan
demikian mereka dapat tumbuh dan berkembang menjadi warga negara yang cerdas,
terampil dan berkepribadian Indonesia serta siap mengambil bagian dalam
pembangunan nasional.
A.
Hubungan Dengan
Tujuan Instruksional Sekolah
Tujuan instruksional
(Kompetensi Dasar) adalah tujuan pokok bahasan dan sub pokok bahasan yaitu
penguasaan materi pokok bahasan/sub pokok bahasan[2].
Tujuan instruksional dapat dibagi menjadi 2 yaitu tujuan instruksional umum
(TIU) yaitu yang menggariskan hasil-hasil dianeka bidang studi yang harus
dicapai siswa. Dan tujuan instruksional khusus (TIK) yaitu yang merupakan
penjabaran dari TIU yang menyangkut suatu pokok bahasan sebagai tujuan
pengajaran yang konkrit dan spesifik.
Pembelajaran bahasa Arab di Madrasah Tsanawiyah (MTs) Assadamiyyah Bangsri Kelas VIII mengikuti kurikulum KTSP.
Sejauh pengamatan dan penelitian saya hubungan tujuan intruksional sekolah
dengan tujuan program pembelajaran bahasa Arab di
Indonesia cukup relevan. Saya katakana relevan karena tujuan instruksional
sekolah sesuai dengan kebutuhan masyarakat dan materi yang disajikan juga
sesuai dengan kebutuhan anak yang mana materi langsung bisa dipraktikan dalam
kehidupan sehari-hari.
B.
Jelasnya Rumusan Yang Digunakan
Rumusan
yang digunakan dalam silabus dan RPP sudah sangat jelas dalam arti sudah sesuai tapi silabus mengacu pada silabus yang
sebelumnya dalam arti tidak adanya evaluasi
yang jelas, kalau tidak adanya evaluasi maka tidak diketahui penurunan dan
perkembangannya, dan Format Silabus dan RPP
sebenarnya sudah memenuhi standar kurikulum KTSP.
C.
Kesesuaian Dengan Tingkat Perkembangan Siswa
Penelitian yang
saya dapatkan mengenai perkembangan siswa melalui data yang berupa buku raport
dan latar belakang siswa maka tujuan
instruksional sekolah dengan perkembangan siswa sangat sesuai, karena latar belakang
siswa juga beragama islam yang tidak
asing terhadap bahasa arab dan nilai bahasa arab dalam raport adalah 7 dan
sebelum siswa masuk di Madrasah Assadamiyyah Bangsri (MTs) kelas VIII rata-rata lulusan madrasah
ibtida’’iyyah (MI) yang sebelumnya juga sudah diajarkan bahasa arab.
III. PENILAIAN
TERHADAP ISI PROGRAM
Standar
isi adalah ruang lingkup materi dan tingkat kompetensi untuk mencapai
kompetensi lulusan pada jenjang dan jenis pendidikan tertentu, yang dituangkan
dalam kriteria tentang kompetensi tamatan, kompetensi bahan kajian, kompetensi
mata pelajaran, dan silabus pembelajaran. Standar isi tersebut memuat kerangka
dasar dan struktur kurikulum, beban balajar, kurikulum tingkat satuan
pendidikan, dan kalender pendidikan/akademik[3].
Menurut pandangan saya
isi program yang direncanakan
oleh Madrasah
Tsanawiyah (MTs) Assadamiyyah Bangsri pada pembelajaran
bahasa Arab kelas VIII
sudah sangat bagus, karena kita bisa melihat rumusan SK-KD, Materi
Pembelajaran, Indikator, Penilaian, Alokasi waktu dan Sumber Belajar sudah
dirumuskan dengan jelas dan isinya juga sudah saling berkaitan.
IV. PENILAIAN
TERHADAP STRATEGI PENGAJARAN BAHASA ARAB
A.
Kondisi belajar
mengajar yang diinginkan
Metode pembelajaran
yang digunakan dalam menyampaikan materi pembelajaran bahasa Arab di Madrasah Tsanawiyah (MTs) Assadamiyyah
Bangsri kelas
metode yang digunakan sesuai dengan materi yang akan dibahas dan lebih cenderung dengan metode
pembelajaran aktif dan menyenangkan.
Menurut saya strategi
yang digunakan sudah cukup baik karena
metode
yang diterapkan dalam pembelajaran bahasa Arab disana cukup berhasil dan sesuai
dengan apa yang diinginkan. Karena minat belajar bahasa Arab siswa relatif
tingi dibanding minat belajar siswa terhadap mata pelajaran agama.
B.
Kemampuan guru
dalam memerankan fungsinya sebagai actor
Latar belakang
pendidikan guru bahasa Arab di Madrasah Tsanawiyah (MTs) Assadamiyyah Bangsri Kelas VIII adalah pesantren dan lulusan S1 dan Karena strategi pambelajaran yang
digunakan adalah pembelajaran aktif maka guru mengoptimalkan agar siswa bereran
lebih aktif di kelas dari pada gurunya, aktif dalam bertanya, menjawab
pertanyan dan perhatiaanya terhadap bahasa Arab. Kemampuan guru untuk
meningkatkan semangat belajar siswa dan meningkatkan ketrampilan berhasa Arab
siswa tergolang cukup berahasil, ini bisa kita lihat nilai ujiannya yang
mencapai rata-rata kelas 7, tingkat kehadiran siswa yang tinggi, keaktifan
siswa dikelas, baik dalam bertanya maupun menjawab pertanyaan dan perhatiannya
yang cukup antusius ketika guru menyampaikan materi.
C.
Tehnik penyajian
pelajaran oleh guru
Tekhnik penyajian
pelajaran sebagai mana tertera di RPP, saya kira itu sudah sangat bagus sekali
karena kegiatan pembelajaran bahasa arab begitu hidup karena semua berperan
aktif mulai dari siswa dan guru.
D.
Melihat evaluasi yang digunakan
Jenis evaluasi yang
digunakan adalah tes, ada tes harian, tes tengah semester dan tes akhir
semester bentuknya ada lisan dan tulis (esai dan pilihan ganda).
Evaluasi dilaksanakan oleh guru bahasa Arab ketika pelajaran mau berakhir,
guru melempar pertanyaan ke beberapa siswa secara acak untuk menjawabnya. Selain
itu ada tes harian dilaksanakan setelah pembahasan materi sampai satu bab.
Kemudin tes tengah semester yang berbentuk esai dan pilihan ganda begitu juga
tes akhir semester.
Menurut saya pelaksaan
evaluasi sudah sangat tepat karena dilaksanakan secara terus menerus sehingga
guru mampu mengetahui perkembangan siswa.
V. KESIMPULAN
Kesimpulan yang
dapat saya ambil dari penelitian tersebut adalah :
Ø
Tujuan pembelajaran bahasa Arab di Madrasah
Tsanawiyah (MTs) Assadamiyyah Bangsri sangat sesuai
dengan tujuan instruksional.
Ø Guru bahasa Arab dan kepala sekolah tidak adanya evaluasi
karena silabus mengacu pada silabus sebelum maka tidak tahu penurunan dan
perkembangannya.
Ø Pengembangan kurikulum tidak dilakukan secara terus
menerus, padahal di Madrasah Tsanawiyah (MTs) Assadamiyyah Bangsri sudah memakai KTSP jadi guru dan kepala
sekolah dituntut aktif untuk mengembangkan kurikulum di sekolah masing-masing.
Ø Berdasarkan silabus yang saya dapat tujuan pendidikn
bahasa Arab di indonesia dan tujuan instruksional disekolah sesui dengan
perkembangan siswa, tidak hanya sesuai dengan perkembangan kognitif saja tetapi
sesuai dengan latar belakang sosial mereka. Tapi kurang sesuai dengan latar belakang agama
mereka, karena dalam tujuannya tidak tersentuh sama sekali tujuan tentang
agama.
Ø Isi program
yang di rencakan dan di laksanakan sudah sesuai dengan aturan main yang di atur
oleh DEPAG dan MENDIKNAS.
Ø Kondisi
belajar sangat menyenangkan karena menggunakan strategi pembelajaran aktif
Ø Kemampuan
guru saya nilai cukup profesional dalam menyampaikan materi bahasa Arab karena
mampu meningkatkan motivasi belajar siswa dan ketrampilan berbahasa.
[1] Departemen Pendidikan Nasional Jakarta, Tahun 2003, di
unduh pada 5 april 2010
[2]
http://fatamorghana.wordpress.com/2009/04/11tujuan-pendidikan/
[3] Prof.
Dr. H. E. Mulyasa, M. Pd,opcit: hlm: 21-22
makasih . . .
syukron kak
salam kenal kembali