PENGELOLAAN USAHA DAN STATUS
USAHA
Makalah
Disusun guna memenuhi tugas
Matakuliah : Kewirausahaan
Dosen pengampu : Drs. Wahab Zaenuri. MM

Oleh :
Emil Salim (73211029)
FAKULTAS
TARBIYAH
INSTITUT AGAMA ISLAM NEGRI WALISONGO
2010
PENGELOLAAN
USAHA DAN STATUS USAHA
I.
PENDAHULUAN
Dalam
berwirausaha tak kan
pernah terlepas dari dua hal, yaitu bagaimana cara kita memasarkan produk yang
kita miliki kepada konsumen dan bagaimana cara kita dalam mengembangkan usaha
yang kita miliki agar menjadi semakin besar dan luas. Diperlukan teknik dan
strategi tertentu dalam menjalankan kedua hal tersebut.
Pada kesempatan ini pemakalah akan sedikit memapaparkan tentang teknik-teknik
dan strategi bagi para pelaku usaha untuk memasarkan dan mengembangkan usaha
mereka.
II.
RUMUSAN MASALAH
A. Teknik dan Strategi Pemasaran
B. Teknik Pengembangan usaha
C. Manajemen dan Strategi Pengembangan Usaha
III.
PEMBAHASAN
A. Teknik dan Strategi Pemasaran
Sebelum kita membahas lebih jauh tentang teknik dan
strategi dalam pemasaran, ada baiknya kita mengetahui terlebih dahulu
pengertian pemasaran itu sendiri. Pemasaran yaitu kegiatan meneliti kebutuhan
& keinginan konsumen (probe/search), menghasilkan barang dan jasa sesuai
dengan kebutuhan dan keinginan konsumen(product), menentukan tingkat harga
(price), mempromosikannya agar produk dikenal konsumen (promotion), dan
mendistribusikan produk ke tempat konsumen (place).[1]
Adapun tujuan dari pemasaran adalah, bagaimana barang
& jasa yang dihasilkan disukai, dibutuhkan dan dibeli oleh konsumen.[2]
Untuk teknik dan strategi pemasaran, Kashmir
dalam bukunya Kewirausahaan, menekankan
pada Strategi Bauran Pemasaran atau Lebih dikenal dengan nama Marketing Mix Strategy.
Pelaksanaan strategi ini di bagi ke dalam :[3]
1. Strategi produk,
Strategi produk yang perlu dan harus dilakukan oleh
suatu perusahaan dalam mengembangkan produknya adalah sebagai berikut :
a. Menentukan Logo dan Motto.
Dalam menentukan logo dan motto perlu beberapa
pertimbangan, yaitu :
·
Harus memiliki arti (dalam
arti positif)
·
Harus menarik perhatian.
·
Harus sudah diingat.
b. Menciptakan Merk.
Agar merk mudah dikenal masyarakat, penciptaan merk
harus mempertimbangkan faktor – faktor berikut :
·
Mudah diingat.
·
Terkesan hebat dan modern.
·
Memiliki arti (dalam arti
positif)
·
Menarik perhatian.
c. Menciptakan Kemasan.
Kemasan merupakan pembungkus suatu produk. Penciptaan
kemasan pun harus memenuhi berbagai persyaratan, seperti :
·
Kualitas kemasan (tidak
mudah rusak)
·
Bentuk atau ukuran termasuk
desain menarik.
·
Warna menarik.
d. Keputusan Label.
Label merupakan sesuatu yang dilekatkan pada produk
yang ditawarkan dan merupakan bagian dari kemasan. Di dalam label harus
dijelaskan :
·
siapa yang membuat.
·
Dimana dibuat.
·
Kapan dibuat.
·
Cara menggunakannya.
·
Waktu kadaluarsa.
·
Dan informasi lainnya.
2. Strategi harga.
Setelah produk berhasil diciptakan dengan segala
atributnya, langkah selanjutnya adalah penentuan harga. Dalam penentuan harga
perlu memperhatikan faktor - faktor berikut :[4]
a.
Biaya barang dan jasa
b.
Permintaan & penawaran pasar
c.
Antisipasi volume pasar
d.
Harga pesaing
e.
Kondisi keuangan
f.
Lokasi usaha
g.
Fluktuasi musiman
h.
Faktor psikologis pelanggan
i.
Bunga kredit dan bentuk kredit
j.
Sensitivitas harga pelanggan
(elastisitas permintaan)
Adapun metode – metode yang dapat digunakan dalam
penentuan produk adalah sebagai berikut :[5]
a. Modifikasi harga atau diskriminasi harga dapat dilakukan menurut
hal-hal berikut :
1) Menurut pelanggan.
2) Menurut bentuk produk.
3) Menurut tempat.
4) Menurut waktu.
b. Penetapan harga untuk produk baru
1) Market skimming pricing
Yaitu harga awal produk yang
ditetapkan setinggi-tingginya dengan tujuan produk atau jasa memiliki kualitas
tinggi.
2) Market penetration pricing
Yaitu menetapkan harga serendah
mungkin dengan tujuan untuk menguasai pasar.
c. Metode penetapan harga
1) Cost plus pricing
Metode penentuan cost
plus pricing menggunakan rumus :

Harga pokok = VC
+
2) Cost plus pricingdengan
mark up
3) Break Even pricing (BEP)
atau Target Pricing yaitu harga
ditentukan berdasarkan titik impas (pulang pokok)
3. Strategi lokasi dan distribusi.
4. Strategi Promosi.
[1]
http://pengusaharindusyariah.com/wirausaha/95-manajemen-usaha-1--pengelolaan-proses-dan-kapasitas-usaha.html
[2] Ibid.
[3] Kasmir, S.E, M.M, Kewirausahaan, (Jakarta ,
PT. Raja Grafindo, 2006), hlm. 173-175
[4] http://pengusaharindusyariah.com/wirausaha/95-manajemen-usaha-1--pengelolaan-proses-dan-kapasitas-usaha.html
[5] Op.cit, hlm.177-179